Biografi Singkat 'Umar bin Abdul Aziz rahimahullah

Viewers
April 09, 2023 ,

Siapa yang tidak kenal Umar bin Abdul Aziz? Jika melihat nasab dari jalur ibunya, berarti beliau itu anak dari cucunya Umar bin Al-Khaththab bukan? Dan kali ini salah satu khalifah dari Bani Umayyah ini saya hadirkan ke tengah-tengah pembaca.

Adapun yang menjadi sumber rujukan adalah terjemah dari kitab Al-Khulafaa-u Ar-Rasyiduun wa Ad Daulah Al-Umawiyyah. Buku ini dalam versi Indonesia dengan judul Tarikh Daulah Umawiyyah yang diterjemahkan oleh Fathul Mujib dengan Penerbit Hikmah Ahlus Sunnah dari. 

Dan buku diterjemahkan dari buku aslinya yang diterbitkan oleh Jami'atul Muammad bin Su'ud Al-Islamiyah cetakan ke-5 revisi tahun 1423 H. Anda tertarik untuk mengenal lebih dekat? Mari kita simak bahasan berikut yang dinukil dari halaman 90 - 101.

Biografi Singkat 'Umar bin Abdul Aziz rahimahullah

Ilustrasi oleh OpenClipart-Vectors dari Pixabay


Amirul Mu'minin 'Umar bin Abdul Aziz rahimahullah 99 - 101 H

1. Kelahiran, masa pertumbuhan, dan tarbiyah yang beliau dapat.

Beliau adalah seorang tabi'in (murid shahabat -pent) yang mulia, bernama 'Umar bin 'Abdul 'Aziz bin Marwan bin Al-Hakam bin Abil 'Ash bin Umayyah. Ibunya adalah Ummu 'Ashim Laila binti 'Ashim bin 'Umar bin Al Khaththab radhiallahu anhu. Beliau dijuluki dengan Asyaj bani Marwan karena memiliki luka di bagian kepalanya. Beliau lahir di wilayah bernama Hulwan sebuah daerah yang terletak di Mesir pada tahun 61 H, ada yang mengatakan tahun 63 H. Beliau sempat meriwayatkan hadits (berguru tentang hadits Nabi shalallahu alaihi wa sallam) kepada sebagian shahabat radhuallahu anhum, sejumlah pembesar tabi'in meriwayatkan hadits darinya (berguru tentang hadits Nabi shalallahu alaihi wa sallam kepadanya - pen). Pertama kali pendidikan yang beliau kenyam adalah dari ayahnya yaitu 'Abdul 'Aziz kemudian dikirim ke Madinah untuk belajar dari para syaikh (ulama) yang ada di sana. Beliau telah hafal Al Qur'an ketika masih kecil. Beliau mencapai derajat yang tinggi pada ketakwaan dan ilmu sampai-sampai Al-Imam Ahmad mengatakan tentang beliau: "Saya tidak mengetahui adanya perkataan tabi'in yang bisa dijadikan sebagai hujjah (landasan) kecuali perkataan 'Umar bin 'Abdul 'Aziz". Mujahid mengatakan: "Kami dahulu yang mendatangi 'Umar untuk mengajarinya dan senantiasa kami seperti itu sampai kami yang belajar kepadanya".

2. Kekuasaan di Hijaz dan perjalanan karirnya di sana

Ketika ayahnya, 'Abdul 'Aziz, meninggal, beliau diambil oleh pamannya yaitu 'Abdul Malik rahimahullah dan digabungkan dengan anak-anaknya sendiri. Beliau dinikahkan dengan putrinya yang bernaam Fathimah, kemudian dijadikan sebagai gubernur di Madinah.

Ketika Al-Walid bin 'Abdul Malik memegang tampuk kekuasaan, beliau dijadikan sebagai gubernur untuk seluruh wilayah Hijaz pada tahun 89 H sampai tahun 93 H. Beliau adalah seorang yang paling berbuat baik terhadap rakyatnya di Hijaz dan seorang yang paling adil. Beliau tidak memutuskan perkara kecuali setelah mengumpulkan para ulama yang ada di Madinah dan mengajak mereka bermusyawarah. Beliau jarang sekali keluar dari pernyataan Sa'id bin Al Musayyab. Hampir tidak ada cela pada dirinya kecuali karena sikap yang berlebihan dalam memakai perhiasaan yang dibolehkan, wewangian, dan caranya berjalan yang seperti orang sombong. Al Ahnaf bin Qais mengatakan: "Seorang yang sempurna adalah yang kesalahannya itu bisa dihitung dan tidak dihitung kecuali karena hanya sedikit kesalahannya".

Beliau tidak pernah dicela karena melakukan kezhaliman kecuali karena sebuah kejadian yang memberikan pengaruh pada seluruh masa kehidupannya setelah itu dengan dipenuhi penyesalan. Kejadian itu adalah ketika beliau memerintahkan memukul Khubaib bin 'Abdullah bin Az-Zubair berdasar perintah Al-Walid bin 'Abdul Malik karena ada suatu perkara berkaitan dengan Khubaib yang sampai kepadanya, dan Khubaib mati karena bekas pukulan itu. Kejadian ini menjadi penyebab perubahan besar pada kehidupan 'Umar bin 'Abdul 'Aziz sehingga beliau lebih condong pada sikap zuhud, wara' dan amat takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Setiap dipuji dan disanjung beliau mengulang-ulang perkataan berikut: "Bagaimana aku bisa selamat sedangkan Khubaib telah menghalangiku di tengah jalan?"

3. Tampuk kekuasaan (khilafah) dan berbagai upaya yang beliau lakukan

Sulaiman bin 'Abdul Malik rahimahullah meminta saran dari menterinya yang terpercaya dan seorang yang shalih yaitu Rajaa' bin Haiwah dalam hal siapa yang pantas menggantikan kedudukannya sebagai khalifah. Sang menteri yang terpercaya menyarankan untuk menunjuk 'Umar bin 'Abdul 'Aziz dan mengatakan kepadanya: "Termasuk perkara yang akan menjaga khalifah di kuburnya adalah ia menjadikan khalifah penggantinya dari seorang yang shalih". Kemudian Sulaiman menulis penggantinya yaitu 'Umar bin 'Abdul 'Aziz kemudian Yazid bin 'Abdul Malik setelah 'Umar. Pernyataan ini dibubuhi stempel dan meminta Bani Umayyah agar berbaiat terhadap apa yang ada padanya. Lalu mereka pun berbaiat.

Ketika Sulaiman meninggal, Rajaa' membacakan pernyataan Sulaiman, namun pada awalnya mereka mengingkari dan marah, tapi kemudian menerima dan rela. Ketika 'Umar mendengarnya dan telah menjadi kenyataan, beliau mengatakan: "Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'uun". Beliau menganggapnya sebagai suatu bencana, dan tidak mampu berdiri di atas kedua kakinya karena takut akan menghadapi pertanggungjawaban yang berat di hadapan Allah tentang seluruh kaum muslimin.

Baca Juga

Lalu beliau mengumpulkan seluruh kaum muslimin dan menyampaikan khutbah kepada mereka serta meminta agar mereka rela untuk beliau turun dari tahta kekhalifahan dan menunjuk orang yang mereka lebih sukai. Namun mereka tidak menerima permintaan itu dan bahkan menetapkannya rahimahullah. Ketika beliau mengetahui bahwa kekhalifahan adalah perkara yang harus beliau hadapi dan tidak ada peluang untuk lepas darinya, maka beliau mulai memegang amanat ini dengan meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Sehingga pada masa pemerintahannya yang singkat, sejumlah perbaikan yang besar berhasil beliau canangkan. Upaya-upaya besar yang beliau lakukan adalah sebagai berikut:

1. Menjaga baitul maal (perbendaharaan/kas) kaum muslimin

Beliau memulai dengan hal ini ketika dihadapkan kepadanya parade/pengiring khalifah yang menakjubkan dan kuda-kuda yang mahal disertai dengan perhiasaan dan kemewahan yang ada di atasnya. Beliau memperhatikannya sambil berkata: "Maasyaallah laa haula wa laa quwwata illa billah. Datangkan kepadaku kudaku! (yang biasa aku naiki sebelum menjadi khalifah-pen)". Lalu beliau memerintahkan untuk dijual semua kendaraan yang berisi harta benda itu, kemudian hasil penjualan dikembalikan ke baitul maal. Kemudian beliau memanggil istrinya; Fathimah binti 'Abdul Malik radhiallahu anhu dan memberikan pilihan kepadanya antara tetap hidup bersamanya dalam kehidupan yang serba sulit atau menceraikannya kemudian memilih suami yang lebih baik darinya, namun istrinya tetap memilihnya. Setelah itu beliau meminta agar melepas semua perhiasaan dan permata yang diambil dari baitul maal tanpa alasan yang sah. Istrinya melepaskan semua perhiasaan dan mengembalikan kepada baitul maal. 

Sebelumnya beliau telah melepaskan diri dari harta yang ada padanya yang didapatkan bukan dengan cara yang disahkan oleh syari'at, lalu dimasukkan ke baitul maal. Beliau melakukannya sebagai teladan sebelum menyuruh orang lain. Setelah itu beliau menghimbau kepada Bani Umayyah, kemudian mereka mengembalikan semua harta baik yang diambil dari baitul maal atau dari orang lain tanpa alasan yang benar kepada tempatnya yang layak dan diberi nama amwaalul mazhaalim (harta-harta kezhaliman), padahal mereka telah melobi orang-orang kepercayaan 'Umar (untuk membatalkan rencananya), namun beliau tidak mempedulikannya.

Ketika rakyat melihat amalan mulia yang demikian, kegembiraan pun tersebar di tengah-tengah mereka. Kabar gembira mereka sampaikan, keamanan mereka dapatkan kembali pada masanya. Setelah itu beliau benar-benar menjaga baitul maal, tidak boleh dikeluarkan harta darinya kecuali pada jalan yang sesuai dengan syari'at dan pada tempat-tempat yang benar. Kebaikan pun merebak, rakyat menjadi kaya, orang yang miskin tidak ada lagi, sampai-sampai pernah terjadi seorang gubernur di Afrika mencari-cari orang yang berhak menerima zakat akan tetapi dia tidak mendapatinya. 'Umar telah membuat mereka kaya, ini semua atas keutamaan dari Allah.

2. Perbaikan di bidang pemerintahan dan para pejabat

Bidang ini adalah amalan mulia kedua yang beliau garap. Beliau amat memerhatikan para gubernurnya sehingga beliau benar-benar mengenalinya. Sehingga sebagian yang lain dari mereka ada yang dicopot, sebagian yang lain diberi peringatan. Beliau mengangkat gubernur-gubernur yang shalih dan tangguh yang kaum muslimin bisa hidup bersamanya dengan penuh keadilan dan kebahagiaan. Orang-orang kafir masuk Islam ketika menyaksikannya dan mencintai agama yang adil lagi agung ini.

Diantara bukti dari hal di atas adalah pengangkatan gubernur Afrika dan wilayah Maghrib, yaitu Isma'il bin 'Ubaidillah bin Abul Muhajir Al Makhzumi rahimahullah. Beliau adalah seorang yang bagus karirnya dan banyak orang dari kalangan Barbar yang tinggal di wilayahnya masuk Islam. 'Umar mencopot Al Jarrah bin Abdullah Al-Hakami dari Khurasan karena tidak menghilangkan upeti dari orang kafir yang masuk Islam, dia mengatakan: "Kalian masuk Islam karena hanya sekedar lari darinya". Oleh karena itu, mereka enggan masuk Islam dan tetap di atas agama mereka. Lalu 'Umar menulis surat untuknya:"Hilangkan upeti dari mereka yang telah masuk Islam, semoga Allah menjelekkan pandanganmu. Sesungguhnya Allah mengutus Muhammad shalallahu alaihi wa sallam sebagai pemberi petunjuk (keterangan) dan bukan sebagai pengumpul harta". Kemudian dia diganti dengan 'Abdurrahman bin Nu'aim Asy Syuqairi. Sebagian besar dari penduduk Khurasan dan yang lainnya masuk Islam sebagai hasil dari sistem politik Islam yang penuh dengan kasih sayang. Segala puji bagi Allah.

3. Dakwah Islam, penyebaran keamanan, dan penaklukan wilayah

Sistem pemerintahan Islam yang dijalankan oleh 'Umar adalah dakwah Islam yang paling besar sebagai bentuk realisasi dari hakekat Islam dan keagungannya di hadapan orang-orang kafir yang mereka telah terkesima dengannya dan kagum akan kebesarannya. Kemudian mereka tunduk dengan masuk Islam seperti yang terjadi pada kaum Barbar dan penduduk Khurasan tanpa perang dan pembunuhan.

Diantara pengaruh yang muncul dari sistem pemerintahan Islam adalah tersebarnya keamanan, berhentinya pergolakan dan huru-hara. Tidak ada celah sedikit pun bagi para pengacau untuk menjadikannya sebagai alasan. Yang ada adalah khalifah yang shalih dan bertakwa, kas (baitul maal) yang terjaga, dan para gubernur yang adil. Sampai pun Khawarij yang tidak pernah tunduk kepada seorang penguasa (sejak kemunculannya pertama kali -pen), mereka bersikap tenang pada masa pemerintahannya setelah didebat, dibantah dan ditenangkan. Dengan demikian rakyat muslimin pada masa pemerintahannya hidup dalam naungan ketenangan dan kesentosaan.

Adapun misi penaklukan wilayah, maka beliau untuk beberapa lama menghentikannya sampai beliau berhasil mengadakan perbaikan negeri-negeri yang ada di bawah kekuasaannya dan memantapkan Islam di sana. Beliau memerintahkan kepada pasukan yang dipimpin oleh Maslamah bin 'Abdul Malik yang sedang mengepung Konstantinopel dengan jumlah pasukan yang besar untuk pulang dan mengirim makanan yang banyak kepada mereka, kuda dan kendaraan. Beliau melakukannya karena mereka dalam kondisi yang memprihatinkan dikarenakan lamanya pengepungan. Beliau juga memadamkan/menggagalkan serangan orang-orang Turki terhadap Azerbaijan dan memberikan hukuman bagi para pengacau. Walaupun 'Umar telah menghentikan upaya penaklukan wilayah untuk beberapa lama, namun beliau telah membuka hati manusia terhadap agama ini dan mengarahkan mereka untuk memeluknya dengan senang hati karena sistem pemerintahan Islam yang murni yang dengannya tampaklah hakekat keindahan Islam di hadapan umat manusia.

4. Sifat zuhud, ketakwaan, dan perhatiannya terhadap rakyat

'Umar bin 'Abdul 'Aziz adalah seorang yang perhatian, cinta dan sayang terhadap rakyatnya. Beliau memberikan santunan tetap bagi para penuntut ilmu, memperbaiki penjara dan memberikan santunan bagi orang-orang yang dipenjara, juga melarang dari memborgol mereka, tidak memperbolehkan penyiksaan kecuali sebatas hukum had (yang ada ketentuannya dari syari'at) atau pelajaran. Beliau membangun tempat-tempat peristirahatan bagi para musafir secara cuma-cuma, dan menanggung biaya hidup orang-orang jompo dan kalangan yang butuh. Beliau juga berupaya untuk duduk dalam rangka memperhatikan tempat pengaduan kezhaliman yang ada secara langsung.

Diantara perkara yang menakjubkan yang tampak dari beliau adalah ketika penduduk Samarkand mengadu kepadanya bahwa kaum muslimin menaklukan kota mereka dengan cara menipu/khianat. Kemudian beliau mengutus seorang hakim untuk menyelesaikan perkara yang terjadi antara mereka dengan kaum muslimin, lalu sang hakim itu memenangkan perkara itu untuk penduduk Samarkand atas kaum muslimin. Kemudian beliau memerintahkan kaum muslimin untuk meninggalkan kota mereka, namun penduduk Samarkand terkesima dengan keadilan yang amat menakjubkan ini, dan mereka enggan untuk ditinggal oleh kaum muslimin. Beliau menulis perintah kepada para pegawainya agar: "Tidak boleh mengangkat pegawai kecuali ahlul Qur'an. Kalau ahlul Qur'an sudah tidak memiliki kebaikan maka orang selain mereka adalah lebih tidak memiliki kebaikan lagi". Beliau cinta bila kaum muslimin menjadi mulia dan terangkat derajatnya, oleh karena itu beliau memerintahkan agar orang kafir tidak mengendarai kendaraan yang gagah dan tidak memakai pakaian para ulama, dan tidak diperkenankan bagi mereka menenteng senjata.

Pada saat-saat tertentu beliau menyendiri untuk introspeksi diri dan mengingat-ingat keadaan kaum muslimin yang miskin dan lemah, juga yang terzhalimi. Kemudian beliau menangis dan takut akan pertanggungjawaban tentang mereka di hadapan Allah. Beliau adalah seorang yang banyak melakukan sholat, puasa, dan menangis, sampai-sampai beliau tersibukkan dari istrinya. Fahtimah, istrinya pernah berkata: "Duhai kiranya antara kami dengan khalifah sejauh timur dan barat, sungguh demi Allah kami tidak pernah menyaksikan kegembiraan lagi setelah masuk ke dalamnya".

5. Wafatnya 'Umar bin 'Abdul Aziz rahimahullah

Beliau meninggal dikarenakan menderita sakit paru-paru pada tahun 101 H pada usia kurang lebih 39 tahun setelah memegang tampuk kekhalifahan selama kurang lebih dua setengah tahun. Semoga Allah merahmati dan mengampuninya dan membalasnya dengan sebaik-baik pembalasan atas jasanya terhadap kaum muslimin.

Bagikan Yuk:

Postingan Random

Blogger Widgets

Tentang Saya

Sebardi Blog
Ini adalah theme blogger yang dibuat dengan bantuan Halfmoon. Sebuah library atau framework CSS yang bisa diintegrasikan dengan Blogger. Template ini berbeda dengan karya sebelumnya yang menggunakan Bootstrap. Dan theme ini gratis untuk siapapun yang menginginkannya. Karena theme blogger ini dibuat sendiri dari nol. Sama halnya dengan template blogger sebelumnya yang dibuat dengan Bootstrap. Perkenalkan, saya Yusuf dari Indonesia dan ini salah satu template blogger setelah belajar otodidak selama ini. Barangkali butuh referensi untuk belajar komputer secara mandiri? Silahkan kunjungi blog pribadi saya di Sebardi Blog»
🔝
');function getvalue(){for(var b=0;b ')}; //]]>